Minggu, 14 September 2008

Kau, Aku dan Pajak

Setiap orang yang memiliki penghasilan pada dasarnya wajib untuk membayar pajak. Hanya saja memang beberapa orang tidak pernah perlu repot memikirkan pajak. Mengapa?

Terkait dengan urusan pajak, sebenarnya, orang di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 4:

1. Orang yang bekerja sebagai karyawan dan sebenarnya memiliki penghasilan kena pajak tetapi tidak memiliki NPWP. Yang masuk dalam kelompok ini sebenarnya adalah orang yang belum mengalami pusing karena urusan pajak. Mereka belum perlu berurusan dengan pajak. Mereka akan mulai kenalan dengan pajak, pada saat mereka punya NPWP. Kapan mereka akan punya NPWP? Indonesia menganut asas self assessment, jadi sekalipun semestinya mereka punya NPWP, sejauh ini tidak ada mekanisme pemaksaan dan denda terkait dengan pemilikan NPWP. Mereka diharapkan dengan kesadaran sendiri mengajukan permohonan untuk memiliki NPWP.

2. Orang yang memiliki usaha sendiri (wirausaha) tetapi tidak memiliki NPWP. Mereka juga belum pusing dengan NPWP dan pajak. Namun, posisi mereka relatif lebih rentan untuk ditangkap oleh orang pajak dan diminta untuk mendaftarkan diri ke kantor pajak. Mengapa? Kelompok pertama tidak punya NPWP tetapi sebenarnya mereka sudah bayar pajak lewat perusahaan tempat mereka bekerja. Sedangkan kelompok kedua ini, kalau mereka tidak punya NPWP, maka mereka tidak punya sarana dan alasan untuk bayar pajak, padahal mereka punya penghasilan dari hasil usaha mereka. Kelompok kedua ini mesti lebih siap untuk berurusan dengan pajak, apalagi jika usaha yang mereka rintis telah berhasil, dan semakin besar.

3. Orang yang penghasilannya dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak. Apapun pekerjaan kita (mau karyawan ataupun usaha sendiri), selama penghasilan kita di bawah penghasilan tidak kena pajak, maka kita tidak perlu berurusan dengan pajak. Cara gampangnya (tidak seratus persen benar), adalah asalkan penghasilan kita lebih rendah dari Rp1.100.000 per bulan, berarti kita masih bebas dari kewajiban perpajakan.

4. Orang yang telah memiliki NPWP. Apapun pekerjaan kita (karyawan maupun usaha sendiri), kalau kita sudah punya NPWP, maka kita perlu berurusan dengan pajak. Urusan pajak ini sedikit lebih gampang jika kita adalah karyawan yang hanya bekerja di satu perusahaan. Kita hanya punya pekerjaan sekali dalam setahun, untuk melaporkan pajak yang telah dipotong dari gaji bulanan kita. Kita wajib melaporkan pajak kita menggunakan Form 1770 S. Urusan pajak ini menjadi lebih rumit, jika kita adalah karyawan yang bekerja di dua perusahaan dan atau kita berwirausaha. Benar, setiap tahun kita juga wajib melaporkan pajak kita menggunakan Form 1770 ... tetapi setiap bulan kita juga wajib menghitung dan menyetor pajak bulanan.

Sabtu, 13 September 2008

Sesunggung Yang Paling Penting Dalam Hidup Ini Adalah...

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum
mepunyai ke turunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif
dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi
berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini ke pada
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi ke mbar dalam perutnya,
seorang bayi laki2 dan perempuan.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan,
dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga
dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk
dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat ke adaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersi ke ras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap
kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan ke beradaannya, dia sedang
tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral ke pada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa
ini adalah ke hendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha ke ras untuk menerima fakta
ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu
dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi
mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.

Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi
mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi
akan mampu bertahan h id up, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari
bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau
mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini
menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud ke pada Tuhan.
Pada mulanya,mereka memohon ke ajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian
mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan ke kuatan untuk
menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang
istri ke mudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk
terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam
posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan
Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi ke nyataan yg akan terjadi.

Hari ke lahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan ke dua bayinya dengan
selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong
Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan
manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan t id ak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih
karena ke bahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh t id ak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun ke rabat famili memiliki ke sempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah
lewat 2 jam. Memberikan ke sempatan yang lebih banyak bagi ke luarga tersebut
untuk saling berbagi ke bahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari ke matian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan ke hendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam,
tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa.. Bagi pasangan tersebut, Anne
adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati
mereka selamanya...

============ =
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah
kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi
karyawannya.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi
kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita mengenal Tuhan
dan melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju Surga"

Yang terlihat Mata belum tentu benar

Yang terlihat Mata belum tentu benar

Oleh karena mata manusia hanya mampu melihat gejala permukaan dari dunia materi ini. Oleh karena itu informasi yang tertangkap mata belum tentu benar. Begitu juga indera manusia yang lain memiliki keterbatasan, walaupun sudah melewati otak untuk disaring terkadang juga belum tentu tepat 100%.

Manusia mengalami hambatan dari konsep dalam masyarakat nyata, seringkali mengira benda-benda yang dilihat oleh mata adalah benar benar nyata. Benda yang tidak bisa dideteksi oleh mata, sama sekali tidak dipercayai keberadaannya, sebenarnya pandangan dari manusia hanya bisa melihat sebagian dari dunia materi dan kebanyakan yang terlihat adalah penampilan palsu.

Dalam cerita klasik “Perjalanan ke Barat” bisa kita lihat, hanya Sun Gokong yang memiliki mata api sejati, baru bisa mengungkap wujud asli dari siluman tengkorak putih.

Sedang di mata Tang Sen , Zhu Ba Jie dan Sha Heng Shang perubahan wujud siluman tengkorak putih menjadi wanita desa, nenek tua, kakek tua semuanya dipandang sebagai penduduk desa baik dan lugu, bagaimanapun juga mereka tidak akan percaya wujud itu adalah perubahan dari wujud siluman.

Di dalam kehidupan nyata, ada banyak hal yang dilihat oleh mata kepala sendiri atau yang dialami sendiri, semuanya adalah semacam penampilan palsu yang “nyata”. Orang sering kali hanya berdasarkan gejala sesaat yang terlihat, secara spontan telah menetapkan serta memutuskan, sehingga mengakibatkan terjadi banyak kesalahan dan menyesal untuk selamanya.

Menurut cerita, dahulu kala ada sepasang suami istri yang saling mencintai. Suatu hari sang suami berdagang di luar kota sedang istrinya menanti di rumah. Beberapa bulan kemudian sang suami yang sangat merindukan istrinya pulang ke rumah.

Ketika bulan bersinar di atas pohon Liu, dia yang telah menempuh perjalanan jauh, akhirnya sampai juga di depan desa, sinar lampu dalam rumah yang membuat orang merasakan kehangatan itu telah membuat dia semakin memacu langkahnya untuk bergegas pulang ke rumah.

Ketika sampai di depan rumah dia telah melihat sebuah adegan yang membuat hatinya sangat sakit. Dari jendela terlihat istrinya yang selama ini sangat dia rindukan sedang makan dengan seorang pria asing, saat itu istrinya sedang tersenyum sambil mengambilkan sayuran dan menyuapkan ke mulut pria asing itu, tampaknya sangat mesra.

Dia segera berpikir bahwa istrinya pasti mengkhianatinya, dia sudah tidak ingin melangkah maju lagi, hatinya yang marah membara membuat dia memalingkan kepala dan melangkah pergi, sejak saat itu tidak pernah kembali lagi.

Ketika rambutnya sudah memutih, teringat bahwa hari esok sudah tidak lama lagi, selagi dia masih hidup ingin menguraikan ganjalan hatinya yang selama ini. Maka dari itu kembalilah dia ke rumahnya yang dulu menemui istrinya yang rambutnya juga telah memutih. Tetapi istrinya ternyata hidup menyendiri.

Dengan penuh pertanyaan dia bertanya, “Mengapa?” Sang istri bilang selama bertahun-tahun ini dia selalu menantikan kepulangannya, dan bertanya mengapa dia pergi meninggalkannya hingga sekarang baru kembali?

Dia mengutarakan kecurigaannya dulu. Dengan jujur dan tulus istrinya memberitahukan bahwa pria itu adalah saudara kandungnya yang telah lama berpisah dan hanya mampir sebentar untuk menjenguknya.

Kongzi cikal bakal dari Konghucuisme mempunyai seorang murid bernama Yan Hui. Suatu hari ketika Yan Hui memasak bubur, mendapati ada benda kotor yang masuk ke dalam kuali, dia segera menggunakan sendok sup untuk mengambil, ketika benda kotor itu akan dibuang mendadak terpikir olehnya bahwa tidaklah mudah untuk mendapatkan beras walaupun hanya sebutir, lalu dimakannya bubur di sendok tersebut.

Kebetulan saat itu Kongzi berjalan masuk ke dapur, melihat kejadian ini dia mengira bahwa Yan Hui sedang mencuri makanan maka dengan tegas Kongzi memberi pelajaran kepada Yang Hui.

Melalui suatu proses penjelasan semua orang baru menyadari kejadian yang sesungguhnya. Dengan nada mengeluh Kongzi berkata, “Kejadian yang saya lihat dengan mata kepala sendiri juga belum pasti apalagi yang hanya dengar dari kabar angin.”

Dari sini bisa dilihat, telinga mendengar belum tentu betul, mata melihat juga belum tentu benar. Segala sesuatu jika hanya mempercayai mata sendiri dan kurang dipikir serta dianalisa dengan hati yang tenang, sering kali bisa dikelabui oleh penampilan palsu.
Kadang kala seperti orang buta meraba gajah, melihat macan tutul melalui sedotan minuman, walaupun dilihat oleh mata kepala sendiri, juga sangatlah sulit mengenali watak hakiki dari masalah itu.

Banyak sekali kebenaran dalam dunia ini yang harus menggunakan hati yang benar-benar tulus baru dapat menghayati, ketika melepaskan konsep dari “keakuan” kecerdasan untuk membedakan kebenaran dan kepalsuan bisa keluar dengan sendirinya.

Beda Antara Cinta & Cocok!

Beda Antara Cinta & Cocok!

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta --
cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke
pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat
untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk
merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba
hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini.

Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya
yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di
atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu
dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita
mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah
lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan
seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini,saya membatasi lingkup cinta hanya
pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu
saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak
cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang
rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.

Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang
berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar
(tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan
dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya;
yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu
menyukainya,dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya.
Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa
tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau
ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya
kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan
kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap,"Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok!

Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam , Ia menetapkan
satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia,
yakni, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok." Tuhan tidak hanya
menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja
menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.
Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai
prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang
terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita
telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara
mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik
bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia
cocok denganku?

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika
Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan
waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan
mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah
termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di
lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!


Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok,doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya Kehidupan. ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2. Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna...berikan kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik Anda pasti tidak akan pernah sia-sia... semoga bermanfaat

PRAYER FOR LIFETIME PARTNER

Tuhanku,

Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.

Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.

Yang paling penting adalah

sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki
keinginan untuk menjadi seperti Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi
siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang
yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria/perempuan

yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku/ketampanan tetapi karena hatiku.
Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan
situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang
tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.

Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang
membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang
membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :

Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia.

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat
mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ketampananku datang dariMU bukan dari
luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam
dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi
semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.

Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku
mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan
Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

Amin

Hidup Sukses Tanpa Ijazah!

Hidup Sukses Tanpa Ijazah!

Ada seorang putra Indonesia yang tak punya gelar akademik sama sekali,
bahkan ijazah SMA pun tak punya karena ia tidak menamatkan SMA-nya,
tetapi ia diangkat sebagai gurubesar di tiga perguruan tinggi di
Jepang. Bagaimana bisa ?

Kita barangkali akan sulit meneladani tokoh yang satu ini, bukannya
tidak mampu, tetapi kesempatan yang ada pada masa kita hidup saat ini
sudah jauh berbeda dengan kesempatan yang lebar terbuka pada saat
dahulu. Orang harus mampu, dan ada kesempatan untuk menunjukkannya,
maka ia akan sukses. Memang kesempatan bisa diciptakan, tetapi belum
tentu selalu menjadi terbuka. Ini cerita tentang seseorang, barangkali
ada manfaatnya, paling tidak menekankan : no pain no gain !

Sebuah buku baru diterbitkan Pustaka Jaya, Januari 2008. Tebalnya
setebal bantal, 1364 halaman, dicetak di kertas HVS. Meskipun tebal
dan cetakannya bagus, harganya murah untuk buku setebal ini, Rp 95.000
(bandingkan dengan buku seri Harry Potter terakhir, Deadly Hollows,
tebal 1008 halaman, berkertas dengan kualitas di bawah HVS, berharga
Rp 175.000). Saat

mengetahui harganya, saya cukup kaget juga, buku-buku yang dicetak
biasa (bukan deluks) dengan tebal sekitar 200-300 halaman kini harga
rata-ratanya sekitar Rp 35.000-50.000, dengan harga rata2 itu maka
buku tebal Pustaka Jaya ini mestinya berharga sekitar Rp 250.000.
Bagaimana buku setebal 1364 halaman ini harganya hanya Rp 95.000 ?

Saya mendapatkan jawabannya pada halaman 1329 di buku ini dalam
"Ucapan Terimakasih". Buku yang akan saya ceritakan ini memang harga
seharusnya adalah sekitar Rp 300.000. Tetapi, siapa yang mau membeli
buku setebal 1364 halaman dengan harga Rp 300.000 ? Kata Rosihan
Anwar, wartawan dan penulis senior itu, tebal buku maksimal yang masih
menarik untuk dibaca orang-orang Indonesia adalah sekitar 300-400
halaman. Memang Rosihan Anwar menganjurkan

penulis buku ini untuk memotong bukunya sampai menjadi maksimal 400
halaman saja, tetapi penulisnya merasa sayang memotong manuskripnya
yang sudah sampai 1000 halaman, jadi ia tak memotongnya sama sekali,
maka akhirnya menjadi 1364 halaman. Harganya ? Ada sekitar 100 orang,
sebagian di antaranya tokoh-tokoh terkenal Indonesia dan Manca Negara
dari berbagai

latar belakang, dari seniman sampai birokrat, dari ilmuwan sampai
jenderal, yang bersedia membeli buku ini dengan harga edisi khusus dan
terjadilah subsidi silang sehingga masyarakat umum dapat membelinya Rp
95.000. Sebuah ide bagus !

Baik, saya ceritakan saja buku ini. Judulnya adalah "Hidup Tanpa
Ijazah : Yang Terekam dalam Kenangan", sebuah otobiografi Ajip Rosidi,
sastrawan dan budayawan Indonesia. Buku ini ditulis dalam waktu kurang
dari setahun, ditulis atas anjuran teman-teman Ajip dan mengejar waktu
agar telah terbit saat Ajip berusia 70 tahun pada 31 Januari 2008.
Buku ini ditulis oleh Ajip sendiri, jadi bukan otobiografi pesanan
seperti banyak dipesankan oleh para tokoh politik dan militer (namanya
otobiografi ya harusnya ditulis sendiri dong, kalau dituliskan orang
lain ya namanya biografi). Walaupun buku ini mulai ditulis tahun 2006,
Ajip dapat merekam dengan cukup detail peristiwa2 puluhan tahun
sebelumnya sejak Ajip anak-anak, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa,
sampai usianya sekarang (70 tahun). Pasti Ajip biasa menulis jurnal
kegiatan harian sehingga ia bisa menuliskan kembali peristiwa
sehari-hari puluhan tahun ke belakang.

Mengapa Ajip memberi judul buku ini "Hidup Tanpa Ijazah" ? Karena Ajip
tak punya ijazah apa-apa, ijazah SMA pun tidak, sebab ia keluar
sebelum ujian akhir SMA (Taman Madya). Ajip tidak pernah kuliah, bukan
sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor. Ia hanya seorang
otodidaktis (pelaku otodidak) tulen. Tetapi, lihat karya, sepak
terjang, dan pengakuannya. Itu semua melebihi pencapaian rata-rata
sarjana, master, doktor, dan profesor pada umumnya.

Saya tidak akan menceritakan dengan detail isi buku ini, untuk yang
berminat silakan membelinya saja. Saya ingin menyoroti mengapa Ajip
keluar sekolah, tidak mau meneruskan sekolahnya, otodidaknya, dan
karya, sepak terjang, serta pengakuannya. Dengan sikap dan kiprahnya
seperti itu Ajip adalah manusia langka, bukan hanya di Indonesia, di
dunia pun jarang yang seperti dia.

Ajip lahir di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, wilayah yang banyak
menghasilkan genteng dan kecap itu, pada 31 Januari 1938. Menempuh
pendidikan hanya sampai setingkat SMA yaitu di Taman Madya, Taman
Siswa Jakarta, itu pun tidak tamat.Tahun 1956 dia dengan sengaja
keluar dari sekolahnya seminggu sebelum ujian akhir dimulai.
Pendidikan formalnya berakhir 52 tahun yang lalu. Tetapi, ia tidak
pernah berhenti belajar. Pendidikan dan belajar tak harus di satu
tempat. Pendidikan harus di sekolah, belajar bisa di mana saja.

Saat Ajip mau menempuh ujian nasional, ramai terjadi kebocoran
soal-soal ujian, orang tak segan mengeluarkan uang dalam jumlah banyak
untuk membeli soal ujian, guru-guru pun bisa disogok. Di koran-koran
timbul polemic tentang manfaat ujian. Dipertanyakan tentang keabsahan
ujian untuk menilai prestasi murid yang sebenarnya. Ajip muda (16
tahun) berkesimpulan : orang

tidak segan melakukan perbuatan hina, membeli soal ujian atau menyogok
guru, demi lulus ujian. Untuk apa lulus ujian ? Untuk dapat ijazah.
Untuk apa ijazah ? Untuk melamar kerja. Untuk apa kerja ? Untuk dapat
hidup. Kalau begitu, hidup berarti bergantung kepada secarik kertas
bernama ijazah ! Ajip terkejut sendiri dengan kesimpulannya. Ia saat
itu telah empat tahun berkarya (Ajip mulai mengirimkan tulisan2 cerita
dan puisi dan dimuat di koran2 dan majalah2 sejak tahun 1952 saat
umurnya masih 14 tahun) dan telah merasa bisa hidup cukup mandiri
dengan honorariumnya. Ajip bertanya, apakah seorang pengarang
membutuhkan ijazah untuk bisa hidup ? Tidak.

Ajip memutuskan bahwa hidupnya tidak akan digantungkan kepada selembar
ijazah. Prestasinya tidak akan bergantung kepada selembar ijazah.
Menurutnya tak ada sekolah atau universitas yang dapat menuntunnya
menjadi seorang pengarang yang baik, apalagi ia punya pengalaman bahwa
guru2 bahasa Indonesianya semasa di SMP dan SMA harus lebih banyak
membaca daripada dirinya.

"Aku akan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuanku dalam bidang
sastra dan penulisan dengan banyak membaca. Dan membaca tidak usah di
sekolah. Tidak usah juga bersekolah tinggi karena aku sudah mengenal
huruf-huruf. Buku-buku dapat dibeli, atau dipinjam dari perpustakaan.
Dalam membaca aku dapat melampaui kebanyakan orang yang punya ijazah
lebar. Dengan kian luasnya bacaanku, maka tulisanku akan lebih
berbobot. Kalau tulisanku berbobot, niscaya orang-orang akan
menghargaiku sebagai pengarang. Akhirnya yang penting dalam hidup
adalah prestasi yang diakui oleh masyarakat. Berapa banyak orang yang
mempunyai ijazah tinggi dan menduduki jabatan penting dalam masyarakat
tetapi tidak pernah memperlihatkan prestasi pribadi ? Mereka akan
lenyap dari ingatan masyarakat kalau mereka sudah pensiun atau setelah
meninggal. Aku ingin tetap dikenang orang walaupun aku sudah
meninggalkan dunia yang fana ini. Dan hal itu hanya dapat dicapai
dengan berkerja keras, dengan mencipta karya yang bagus. Orang akan
tetap mengingat namaku kalau karya-karya yang kutulis bermutu" begitu
tulis Ajip Rosidi di dalam buku ini halaman 167-168.

Dan, keluarlah Ajip dari sekolah alias drop out, dia menulis surat
kepada gurunya di atas kartu pos, "saya tidak jadi ikut ujian nasional
karena saya akan membuktikan bahwa saya dapat hidup tanpa ijazah" Luar
biasa keputusan anak remaja ini, keputusan sendiri, tanpa memberi tahu
orang tuanya di Jatiwangi.

Dan puluhan tahun berikutnya adalah puluhan tahun pembuktian bahwa
Ajip bisa hidup tanpa ijazah. Sebuah bakat yang ditekuni secara luar
biasa akan berhasil luar biasa juga. Setahun sebelum ia keluar dari
SMA, buku pertamanya telah terbit ketika umurnya masih 17 tahun,
berjudul "Tahun-Tahun Kematian" (kumpulan cerpen). Itu adalah buku
pertama yang mengawali sebanyak lebih dari 110 judul buku berikutnya
selama puluhan tahun kemudian. Ajip menulis buku-buku baik kumpulan
cerpen, kumpulan puisi, roman, drama, penulisan kembali cerita rakyat,
cerita wayang, bacaan anak-anak, kumpulan humor, esai dan kritik,
polemik, memoar, bunga rampai, buku terjemahan, biografi (ada 10
halaman daftar lengkap karya Ajip di buku otobiografi ini). Ajip
menulis baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia. Banyak
karyanya diterjemahkan oleh penerbit internasional ke dalam
bahasa-bahasa asing Belanda, Cina, Hindi, Inggris, Jepang, Jerman,
Kroasia, Prancis, Rusia, Thai, dan lain-lain.

Sepak terjang Ajip tak hanya dalam dunia penulisan sastra dan
sekitarnya. Ia adalah redaktur dan Pemimpin majalah Suluh Pelajar
(1953-1955) saat Ajip masih duduk di SMP dan SMA. Juga ia menjadi
pemimpin redaksi Majalah Sunda (1965-1967), Budaya Jaya (1968-1979),
dan Cupumanik (sejak 2005).

Ajip juga adalah redaktur, pendiri dan pemimpin usaha2 penerbitan. Ia
adalah seorang redaktur Balai Pustaka (1955-1956). Tahun 1962
mendirikan Penerbit Kiwari, tahun 1964-1969 mendirikan dan memimpin
Penerbit Tjupumanik di Jatiwangi. Tahun 1971 mendirikan Penerbit
Pustaka Jaya dan menjadi pemimpinnya. Tahun 1981 mendirikan Penerbit
Girimukti Pusaka, Tahun 2000 ia mendirikan dan memimpin Penerbit
Kiblat Buku Utama di Bandung. Usaha penerbitannya ada yang terus
berjalan sampai Sekarang (Pustaka Jaya), ada juga yang telah lama
berhenti.

Ajip juga sangat giat dalam berorganisasi, misalnya tahun 1954 (umur
16 tahun) menjadi anggota Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional. Tahun
1956 menjadi anggota Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda. Tahun 1972-1981
menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (dewan ini juga dibentuk pada
tahun 1968 atas prakarsa Ajip. Tahun 1973-1979 sebagai ketua Ikatan
Penerbit Indonesia(IKAPI). Tahun 1993 Ajip mendirikan Yayasan
Kebudayaan Rancage, sebuah yayasan yang mengapresiasi karya-karya
sastra daerah dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Bali.

Ajip juga menduduki banyak anggota badan-badan kehormatan. Tahun
1960-1962 dia adalah anggota Badan Pertimbangan Ilmu Pengetahuan
bidang Sastra dan Sejarah. Tahun 1978-1980 sebagai staf ahli menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1979-1982 menjadi anggota Dewan Fim
Nasional, tahun 1979-1980 menjadi anggota Dewan Pertimbangan
Pengembangan Buku Nasional. Tahun 2002 diangkat menjadi anggota
Akademi Jakarta.

Meskipun Ajip tak menamatkan SMA-nya, tak pernah kuliah, bukan
sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor, tahun 1967 ia diangkat
sebagai dosen luar biasa pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran
di Bandung. Ajip pun sering diundang memberikan kuliah umum di
berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dan, tahun 1981, Ajip
diangkat sebagai Visiting Professor pada Osaka Gaikokugo Daigaku di
Osaka, Jepang. Ajip mengajar di Jepang sampai tahun 2003. Ajip pun
diangkat sebagai Gurubesar Luar Biasa pada tahun 1983-1994 di Tenri
Daigaku di Tenri, Nara, Jepang. Tahun 1983-1996 menjadi Gurubesar Luar
Biasa pada Kyoto Sangyo Daigaku di Kyoto. Pensiun sebagai guru besar,
Ajip pulang ke Indonesia pada tahun 2003. Sekalipun Ajip berada di
Jepang selama 22 tahun, dia tetap menulis buku2nya dalam bahasa Sunda
dan Indonesia, tetap berhubungan dengan para penggiat sastra di Tanah
Air, dan tetap memantau serta mengelola organisasi2 yang pernah
didirikannya dari jauh.

Sebagai penggiat sastra, tentu Ajip pun banyak menjadi pembicara di
berbagai simposium, seminar, kongres, konferensi atau lokakarya
mengenai kebudayaan dan kesenian, terutama tentang sastra dan bahasa,
baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional.
Sebagai orang yang mumpuni dalam bidang sastra, Ajip pun kerap diminta
sebagai anggota dewan juri dalam menilai berbagai perlombaan bidang
sastra dan kesenian.

Ajip dan organisasinya pun beberapa kali mendapatkan dana nasional
maupun internacional untuk penelitian sastra dan budaya. Tahun
1969-1972 Ajip mendirikan dan memimpin proyek penelitian pantun dan
folklor Sunda. Tahun 1960-1967 Ajip mendapatkan dana dari the Toyota
Foundation untuk meneliti kebudayaan Sunda dalam rangka penyusunan
Ensiklopedi Sunda (telah terbit pada tahun 2000). Tahun 1960-1994
meneliti puisi Sunda, dan hasilnya dituliskan dalam tiga jilid buku
dengan tabal total 1700 halaman (telah terbit dua jilid).

Karena dedikasinya yang total lepada kesustraan dan kebudayaan, Ajip
beberapa kali diganjar penghargaan, yaitu 1957 : Hadiah Sastra
Nasional untuk kumpulan puisinya, 1960 : Hadiah Sastra Nasional untuk
buku kumpulan cerpennya, 1974 : Cultural Award dari Australia, 1993 :
Hadiah Seni, 1994 : penghargaan sebagai salah satu dari 10 putra Sunda
terbaik, 1999 : penghargaan Order of the Sacred Treasure, Gold Rays
with Neck Ribbon dari Jepang, 2003 : penghargaan Mastera dari Brunei,
2004 : Teeuw Award dari Belanda.

Demikian sekilas karya-karya dan pencapaian-pencapai an Ajip. Ia
berkarya sejak berumur 14 tahun sampai kini usianya 70 tahun, menekuni
sastra dan budaya Sunda dan sastra Indonesia selama 56 tahun.

Di dalam buku ini, yang berisi 23 bab, kita bisa mengetahui bahwa
pergaulan Ajip begitu luas, baik dengan kalangan sesama sastrawan dan
budayawan, juga dengan banyak tokoh dari berbagai bidang baik di
Indonesia maupun peneliti2 asing yang datang ke Indonesia untuk
meneliti sastra dan budaya Indonesia. Bagaimana pergaulan dan
pandangan Ajip dengan tokoh2 seperti Ali Sadikin, Mochtar Lubis,
Taufik Ismail, Asrul Sani, Affandi, Gus Dur, Nurcholish Madjid, dan
masih banyak lagi bisa dibaca di sini. Pengamatannya tentang kejadian2
penting yang dialami Indonesia entah itu pertikaian politik, bencana,
korupsi, dan lain2 dari tahun2 1940-an sampai sekarang bisa dibaca
juga di sini. Ajip juga menceritakan pikiran dan sikapnya tentang itu
semua dan hal2 yang dialaminya, termasuk saat gempa Kobe di Jepang,
sebagaimana layaknya sebuah otobiografi. Buku otobiografi setebal 1364
halaman ini adalah salah satu dari buku2 otobiografi paling tebal yang
pernah ditulis.

Kata seorang pengamat, Ajip adalah seorang langka dengan kelebihan
yang tidak dimiliki H.B. Jassin, Goenawan Mohamad, dan Soebagio
Sastrowardojo (Dr. Faruk dalam Kompas 31 Mei 2003).

"Mungkin ada orang yang membaca buku ini menuduh bahwa buku ini
merupakan usaha Ajip untuk memamerkan kehebatannya sebagai orang yang
"kurang sekolah", tetapi berhasil mencapai prestasi internasional.
Tentu saja tuduhan itu sukar dibantah. Meskipun tentunya sah-sah saja
bagi orang berprestasi untuk memamerkan prestasinya, apalagi prestasi
ini dicapai melalui perjuangan dan usaha sendiri dengan kerja keras.
Ajip sudah merupakan seorang yang dihargai di Indonesia, dia tak akan
perlu memamerkan diri lagi, buku ini ditulisnya lebih kepada keinginan
untuk mengawetkan kenangan2 dan pikiran2-nya, berbagi pengalaman
dengan orang lain", begitu tulis Arief Budiman dari Melbourne, teman
karib Ajip, dalam kata pengantar otobiografi ini.

Satu hal yang sangat penting yang merupakan pesan Ajip melalui buku
ini adalah : meskipun pendidikan sangat penting, orang bisa juga
berhasil meskipun tidak atau kurang sekolahnya. Ajip telah membuktikan
kepada kita semua bahwa ia bisa hidup dan berhasil sampai punya
reputasi internasional bahkan sampai menjadi gurubesar di tiga
perguruan tinggi di luar negeri meskipun tak punya gelar akademik apa
pun, bahkan ijazah SMA pun tak ia miliki, Ajip benar2 : hidup tanpa
ijazah.

"Ajip akan diterjang kegelisahan yang luar biasa saat ia mandeg
membaca dan gagap menulis" (Maman S. Mahayana dalam Panji Mas,
Februari 2003)

Jumat, 12 September 2008

20 CaRa Berciuman PaLing TOP!

1. Spesial Valentine.
Tinggalkan jejak ciuman berbentuk “V” di wajah pasangan Anda. Diawali dimata kanan, turun perlahan-lahan ke hidung, bibir, dagu, dan berakhir dimata kiri.

2. Serba 14
Kasih tahu dia bahwa berkaitan dengan tanggal 14,maka akan ada 14 kali ciuman untuknya sepanjang hari itu. Buat ia menunggu-nunggu, jenis ciuman apa saja yang ia dapatkan berikutnya.

3. Ala Jadoel.
Seperti di film-film kuno tahun 1950-an, pegang erat dagu pasangan dengan dua telapak, dekatkan wajah perlahan-lahan, lalu beri dia ciuman di bibir dengan amat sangat lembut.

4. Bisik Menelisik
Dalam suasana sehari-hari dan rutin, mendadak peluklah ia dari belakang,bisikkan betapa Anda mencintainya, cium lembut telinganya, lalulepaskan segera. Buatlah ia penasaran!

5. Tak Kusangka
Mirip dengan nomor 4, dalam suasana keseharian,tiba- tiba ciumlah secara sekilas pipinya.Katakan betapa pentingnya ia dalam hidup Anda.

6. Matamu Matahariku
Saat menjelang berciuman, kala matanya menutup,alihkan ciuman ke kedua kelopak matanya secara cepat dan ringan.

7. Kucing-kucingan
Bermainlah seperti kucing. Elus kedua kakinya sembari mengeong berharap pada datangnya ciuman.

8. Kiss Hard
Elus rambutnya, raba bagian belakang kepalanya,lalu tarik kepalanya mendekat, lalu cium dengan dalam, lama, dan dengan cara agak kasar. Ini hanya bisa dilakukan jika hubungan keduanya sudah cukup lama.

9. Daftar Belanjaan
Saat belanja berdua di toko grosir yang besar,berlombalah mencari satu item barang. Yang pertama menemukan berhak mendapatkan ciuman.

10.Second Chance
Seolah-olah seperti sebuah ciuman perpisahan biasa yang pendek dan sekilas saja. Tapi segera setelah itu, raih tangannya, lakukan ciuman kedua yang panjang, dalam, dan bergelora.
11.Sebuah Penantian
Telepon dia pagi-pagi, janjikan sebuah ciuman malam nanti. Setelah makan siang beri reminder akan janji itu. Lalu 2 jam sebelum pertemuan.Lalu 1 jam. 30 menit. 15 menit. Dan pada akhirnyaketemuan, lakukanlah secara perlahan, lambat,mendalam, lembut, dan lamaaaaa sekali.
12.Dokter Cinta
Buatlah sebuah chart tes ketajaman mata dengan huruf yang semakin bawah kian mengecil, sepertibiasa ditemukan di ruang praktek dokter mata.Pada huruf terkecil tulislah, “If you can read thisyou are standing close enough to kiss me.”
13.Ciuman Hadiah
Janjikan sebuah ciuman untuk setiap rokok yang tidak dihisapnya, untuk setiap hari di mana pakaian dan sepatu ditaruh rapi dan sopan pada tempatnya.
14.Terlanjur Basah
Saat turun hujan deras, pergilah ke luar berdua danmem buka payung. Kemudian ciumlah dia. Ketika makin hot, lemparkan payung jauh-jauh, lanjutkan ciuman sampai kalian benar-benar kuyup.
15.Ciuman Sedingin Es
Kulumlah sebuah es batu, lalu kalian berduaberciuman. Cobalah memindahkan es batu dari mulut ke mulut. Pasti menyenangkan dan penuh kejutan.
16.Spiderman Kiss
Persis seperti adegan filmnya. Berciuman secara terbalik. Sensasional! Caranya bergelantungan kayak Spiderman, gimana? Ya pikirin sendiri, dong.
17.Spider Kiss
Saat sedang berciuman, gigitlah secara lembut salahsatu bibirnya. Awas, jangan sampai menyakiti dia.Rasa gemas akan menyebabkan ia menginginkan ciuman tambahan.
18.Pernafasan Buatan
Kala berenang berdua, masukkan kepala ke dalam air,tahan nafas, lalu beri dia pernafasan buatan. Bisa juga sih pernafasan buatannya di darat saja. Ngapain repot-repot dalam air.
19.Ciuman Astronomi
Berbaringlah berdua di udara terbuka, mengamati bintang-bintang. Untuk setiap gugus bintang yang bisa dikenali, mintalah jatah ciuman. Demikian juga jika Anda berdua berhasil mengamati konstelasiyang sama.
20.Takut Kepergok
Dalam sebuah kesempatan pesta atau hari kerja biasa, menyelinaplah ke tangga darurat, atau didalam lift, atau sebuah pojok yang jarang dilalui orang lain. Berciumanlah di sana. Perasaan takut kepergok akan menghasilkan sensasi berbeda!
Ciptakan Suasana Romantis Bersama Pasangan Anda,dengan Tips-Tips Diatas,Semoga Bisa Membantu menjaga Keharmonisan Hubungan anda.